Pages - Menu

Friday, November 6, 2015

Hal Yang Membuat Pelanggan Mengeluh

Keluhan dari pelanggan bisnis, tentu menjadi suatu hal yang harus dihindari. Apabila keluhan tersebut hadir di tengah-tengah berjalannya bisnis, dikhawatirkan akan membuat reputasi bisnis menjadi buruk. Untuk itu, dalam menjalankan bisnis, anda juga perlu mengantisipasi bagaimana agar konsumen-konsumen tidak mengeluhkan bisnis baik dari segi kualitas produk, kuantitas produk, hingga pelayanan dari bisnis yang dijalankan.
Bila mendapati keluhan-keluhan yang muncul dari konsumen, anda tentu harus mencari sebab dari keluhan tersebut. Kemampuan untuk mengidentifikasi sebab dari munculnya keluhan-keluhan tersebut, dapat dijadikan sebagai langkah evaluasi untuk memperbaiki bisnis selanjutnya. 
Pada ulasan kali ini, bisnishack.com akan menjelaskan mengenai beberapa hal yang sekiranya dapat membuat pelanggan atau konsumen anda mengeluh. Tentu, hal-hal ini haruslah dihindari sehingga keluhan-keluhan pelanggan akan bisnis yang anda jalankan dapat dihindari. Berikut ulasan yang telah dirangkum oleh produklabel.blogspot.com.
1. Harga produk bisnis anda terlalu mahal
Harga adalah hal yang paling krusial dalam kaitannya dengan konsumen atau pelanggan. Harga adalah kunci bagaimana seorang pelanggan atau konsumen menentukan sikapnya pada produk bisnis. Bila harga yang anda tawarkan sangat murah, mungkin pelanggan akan kurang yakin pada produk bisnis. Sebaliknya, bila harga yang diberikan sangat tinggi, hal tersebut akan menyurutkan niat pelanggan untuk membeli produk bisnis anda. 
Tetapkanlah harga produk bisnis yang tepat dan sesuai dengan segmentasi pasar, dan juga dengan kualitas produk bisnis. Adanya kesesuaian harga produk bisnis yang anda tetapkan dengan dua hal tersebut, menjadikan konsumen anda merasa diperlakukan secara adil sehingga keluhan-keluhan dari pelanggan dapat dihindari.
2. Karyawan kurang ramah
Pada dasarnya, konsumen atau pelanggan akan bersentuhan langsung dengan karyawan atau pramuniaga dari produk bisnis. Untuk itu, anda perlu memberikan pelatihan dan mengontrol karyawan-karyawan untuk selalu bersikap ramah serta sopan santun kepada para pelanggan atau konsumen. Berikan karyawan-karyawan arahan agar mereka dapat memperlakukan konsumen-konsumen anda sebagai raja. 
Keramahan dan sikap sopan santun kepada konsumen anda setidaknya dapat mengurangi munculnya keluhan-keluhan dari pelanggan, terlepas dari bagaimanapun kualitas produk. Bila karyawan anda yang bersentuhan langsung dengan pelanggan-pelanggan kurang ramah, dapat dipastikan komplain dari pelanggan-pelanggan akan menyerbu anda selaku pemilik bisnis.
3. Pelayanan kurang cepat dan kurang memuaskan
Segi pelayanan juga menjadi satu hal yang diperhitungkan dalam kaitannya dengan munculnya keluhan dari pelanggan bisnis. Seperti yang kita ketahui, bila pelayanan bisnis kurang cepat dan kurang memuaskan, hal tersebut akan menjadikan pelanggan-pelanggan mengeluhkan pelayanan bisnis yang kurang maksimal. Khususnya dalam bisnis yang bergerak di bidang jasa, kualitas pelayanan sangatlah diperhitungkan.
Untuk menghindari terjadinya keluhan-keluhan dari konsumen, sebaiknya selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas pelayanan agar senantiasa maksimal. Anda dapat melakukan evaluasi setiap minggu ataupun setiap bulan secara rutin untuk meningkatkan kualitas pelayanan secara utuh. Anda juga perlu memberikan arahan bagio karyawan-karyawan anda untuk selalu menghargai waktu sehingga mereka dapat melayani konsumen dengan cepat dan tidak membuat konsumen merasa bosan karena menunggu terlalu lama.
4. Kualitas produk bisnis yang kurang memenuhi kriteria
Produk bisnis sebagai intisari dari bisnis yang dijalankan juga patut diperhatikan kualitasnya. Ya, kualitas produk yang ditawarkan tentu harus sesuai dengan kriteria yang dijabarkan. Anda tidak boleh melebih-lebihkan kualitas produk bisnis yang ditawarkan. Bila hal tersebut dilakukan, tentu akan menjadikan konsumen-konsumen mengeluhkan ketidaksesuaian yang ada antara kriteria yang dijabarkan dengan kualitas produk yang sesungguhnya. Bila hal ini terjadi, bukan saja reputasi buruk yang diterima pada bisnis anda, melainkan pula bisnis anda tidak lagi mendapatkan kepercayaan dari masyarakat sebagai bisnis yang kredibel.
5. Fasilitas bisnis kurang memadai
Bila menjalankan bisnis yang bergerak di bidang barang atau jasa, dimana anda harus menyediakan beberapa fasilitas penunjang yang dapat memanjakan konsumen- konsumen, fasilitas-fasilitas tersebut haruslah lengkap dan memadai. Bila salah satu atau beberapa fasilitas yang anda sediakan tidak memuaskan atau tidak dapat berfungsi dengan baik, segeralah benahi fasilitas tersebut. Hal tersebut akan berpengaruh pada kualitas dan reputasi bisnis anda secara keseluruhan.
Tidak lengkapnya atau tidak baiknya fasilitas bisnis yang ditawarkan tentu akan mengundang keluhan yang datang dari konsumen-konsumen. Bila keluhan tersebut hadir dan menyebar luas di khalayak umum, dikhawatirkan akan merusak citra perusahaan ataupun bisnis anda. Untuk mengatasi hal ini, anda harus selalu mengontrol dan memperhatikan fasilitas-fasilitas bisnis yang disediakan untuk konsumen.
6. Konsumen yang terlalu perfeksionis
Apabila seluruh hal dalam bisnis telah dijalankan dengan baik, namun anda masih menemukan keluhan-keluhan yang datang dari mulut konsumen, anda perlu mengoreksi lebih lanjut atas semua hal yang berpotensi menimbulkan keluhan. Bila proses koreksi ulang hasilnya baik-baik saja, maka perlu meninjau bagaimana karakteristik dari konsumen yang melayangkan keluhannya kepada anda. 
Dalami pribadinya, pastikan dengan baik apakah dia adalah pribadi yang cenderung suka mengkritik atau memang benar-benar mengalami hal yang buruk dari bisnis anda. Karena terkadang, keluhan-keluhan tersebut muncul hanya karena sifat konsumen yang terlalu perfeksionis, sehingga apa yang ditawarkan oleh bisnis selalu tidak sebanding dengan apa yang ia harapkan.
7. Manajemen perusahaan atau bisnis yang kurang baik
Ya, adanya manajemen yang baik untuk mengatur pola kerja dalam menjalankan suatu bisnis juga berpengaruh pada tingkat kepuasan konsumen. Apabila manajemen perusahaan atau bisnis yang dijalankan itu buruk, konsumen tentu akan merasa dibingungkan dengan pengelolaan bisnis anda. Apalagi, bagi bisnis yang bergerak di bidang pelayanan atau jasa, yang tentunya bersentuhan langsung dengan konsumen. Manajemen bisnis tentu harus terorganisir dengan baik. Bila tidak, siap-siap akan menerima banyak keluhan dari konsumen yang jangkauannya bukan hanya pada perusahaan atau bisnis yang anda jalankan saja, melainkan juga masyarakat secara lebih luas.

Friday, October 30, 2015

Contoh Label Woven




Berbagai macam bentuk, warna, dan ukuran bisa dilayani sesuai dengan selera pemesan. Simple, unik dan mudah dikenali menjadikan brand melekat pada produk tertentu di kalangan masyarakat.

Sunday, June 28, 2015

Pentingnya Brand atau Merek Produk Anda Agar Selalu Diingat

Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan suatu produk adalah nama brand atau merek. Disamping memiliki produk yang baik dan berkualitas, sebuah produk juga harus memiliki nama brand yang bagus agar Brand atau Merek produk anda selalu diingat oleh konsumen.
Sebenarnya banyak konveksi yang mampu membuat produk fashion yang mungkin lebih bagus dari yang sudah kita kenal selama ini. Namun, jika menyebut Levis maka yang terlintas di benak banyak orang adalah Celana jean . Tanya kenapa? Ya, karena merek dan brand mereka memang sudah sangat terkenal sehingga hampir semua orang tahu merek atau brand ini. Bagaimana dengan produk anda, apakah sudah memiliki brand yang bagus? Berikut ini adalah beberapa cara agar brand atau merek anda selalu diingat:

1. Sesuaikan nama brand atau merek dengan target pasar
Sesuaikan nama brand dengan target pasar yang anda bidik. Misalnya saja anda ingin membuat distro dengan target perempuan, anak muda, trendy maka kira-kira nama apa yang cocok untuk itu?

2. Hindari Penggunaan singkatan konsonan dan angka tanpa makna
Singkatan konsonan tanpa makna dapat membuat nama brand atau merek anda lebih sukar diingat. Selain itu singkatan konsonan juga lebih sukar terasosiasi oleh produknya.

3. Buat nama brand atau merek dengan nama yang nyeleneh
Ya, buat saja nama brand atau merek yang nyeleneh agar mudah diingat. Kita bisa lihat kesuksesan dari produk yang menggunakan metode ini, misalnya Dagadu Djogja. Kalau menyebut dagadu pasti kaos dengan kalimat lucu yang ada dibenak anda. Nama atau merek nyeleneh ini tidak harus selalu berkonotasi negative, bisa saja anda membuat istilah lainnya.

4. Mudah diucapkan dan diingat
Recengkokitananitu, cobalah anda baca kata tersebut. Saya jamin lidah anda akan keriting membacanya. Nama yang mudah untuk diingat adalah nama dengan yang terdiri dari dua sampai empat suku kata namun tidak bertabrakan dengan 2-3 konsonan. Misalnya “Kaos Gaul” akan lebih baik daripada “KaoSSport” karena lebih mudah diucapkan dan tidak bertabrakan dengan konsonan.

5. Buat diferensiasi produk
Buatlah orang langsung ngeh dengan produk anda. Orang langsung akan mengetahui perbedaan yang dari produk anda. Misalnya saja “Oseng Mercon” dimana orang akan langsung ngeh jika makanan ini merupakan makanan yang sangat pedas.


Tuesday, May 26, 2015

Manfaat Kain Perca Sebagai Peluang Bisnis



Bagi para pelaku bisnis konveksi, mungkin kain perca hanya dianggap sebagai bagian dari limbah yang tidak memiliki nilai ekonomi. Namun, lain halnya bagi para pelaku bisnis kreatif daur ulang, kain perca dapat disulap menjadi barang-barang kerajinan yang trendi dan tentunya bermanfaat. Membuat kerajinan kain perca, ternyata tidak serumit yang kita bayangkan, cukup sedikit ketelitian dan kreatifitas kita saja. 



Kerajinan kain perca merupakan salah satu kerajinan yang menjadi bagian dari dunia jahit-menjahit. Kerajinan ini dibuat dengan menggunakan bahan yang tergolong limbah, yaitu bermacam-macam kain perca. Kain ini digunakan untuk membuat sebuah karya kerajinan yang indah dan bahkan memiliki nilai seni tinggi.


Untuk memulai bisnis kerajinan kain perca, ada beberapa persiapan yang harus Anda perhatikan.
  1. Pertama-tama tentukan ide dan desain produk yang akan Anda produksi. Sesuaikan desain yang Anda buat dengan target pasar yang ingin Anda bidik. Contohnya saja desain warna-warni cerah untuk konsumen anak-anak dan remaja, sedangkan untuk konsumen ibu-ibu bisa memilih desain yang lebih simpel dengan warna yang lebih kalem.
  2. Perluas pengetahuan dan kemampuan Anda dengan membaca buku-buku kreasi perca maupun searching model-model baru dari internet. Langkah ini cukup penting agar produk Anda tidak ketinggalan zaman.
  3. Persiapkan peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan selama proses produksi berlangsung. Mulai dari mesin jahit, benang, jarum, gunting, dan lain sebagainya.
  4. Jalin kerjasama dengan pemasok kain perca. Bisa saja Anda mendapatkan kain perca dari tukang jahit di sekitar kota Anda, atau dari toko-toko kain yang memiliki sisa potongan kain cukup banyak.
Strategi promosi juga bisa Anda jalankan melalui jaringan internet. Sekarang ini peran media online bagi pemasaran produk sudah tidak perlu diragukan lagi, jadi Anda bisa memanfaatkan kondisi tersebut dengan membuat website, blog, facebook, twitter, atau bergabung dengan forum-forum diskusi via online untuk memperluas peluang pasar yang Anda miliki
 

Friday, April 24, 2015

Trend Model Baju Korea di Indonesia Tahun 2015

Negeri gingseng menjadi pusat mode kedua setelah Paris. Semakin mewabahnya demam film Korea membuat masyarakat Indonesia juga terimbas dengan gaya busana para artis Korea ini. Apalagi kondisi udara di Indonesia sangat mendukung desain model baju Korea ini digunakan. Di samping itu, postur orang Indonesia juga tidak jauh berbeda dengan orang Korea, sehingga mudah sekali untuk menyesuaikan.Selain baju rajutan yang paling populer model baju Korea adalah baju kemeja. 



Baju kemeja Korea lebih modis lagi dan coraknyapun bermacam-macam. Model baju Korea tersebut lebih funky dan bahannya terbuat dari chifon, kaus, dan katun. Baju kemeja ini sangat funky jika dipadukan dengan celana. Namun jika dipadukan dengan rok juga sangat elegan. Kemeja dengan rok ini sangat cocok jika di pakai ke kantor. Apalagi jika dipadukan dengan sepatu hak tinggi yang feminin. Penampilanpun menjadi lebih fresh dan santai.



Model baju Korea terbaru yang banyak dicari adalah yang model rajutan. Baju ini dinilai sangat simpel dan mewakili jiwa muda. Contohnya baju berbahan rajutan dengan lubang yang berfungsi sebagai ventilasi. Baju ini didesain dengan lengan berbagai macam bentuk seperti model lonceng, kalong dan pakai karet di ujung lengan baju. Sebagian desainer juga memberikan karet pada ujung bawah baju agar terkesan lebih sporty.






Monday, February 23, 2015

Pentingnya Label Pakaian


Mengapa label merk dan logo itu penting? Pentingnya label merek, logo untuk produk adalah untuk identitas atau ciri. Karena biasanya pada label merk ataupun logo terdapat sesuatu yang menjadi ciri, seperti desain. Jadi, karena pentingnya label merk, logo untuk produksi sebagai identitas maka harus dan wajib ada di dalam produk fashion dan sejenisnya. Karena jika tidak ada identitas berupa label merek atau logo yang terjadi adalah produk sangat sulit dikenali.

Label baju memang memiliki ukuran kecil, tetapi label baju memiliki peranan yang luar biasa. Label baju dapat dikatakan sebagai alat untuk mempromosikan produk fashion dan sejenisnya yang paling jitu. Biasanya konsumen saat akan membeli produk fashion yang pertama dilihat adalah kualitas produk dan yang kedua itu label baju atau merk. Makanya para produsen fashion tak pernah lupa untuk selalu menempelkan label baju pada produk fashionnya. Jadi, untuk yang sedang merintis usaha fashion, kini sudah mudah mendapatkan label baju atau merk, karena sudah banyak menjual label baju dengan harga yang murah. Kini saatnya Anda menempelkan label baju pada produk fashion agar lebih mudah dikenal konsumen.

Tuesday, February 10, 2015

Bahaya Dibalik Pakaian Bekas Import


Pakaian bekas saat ini menjadi barang yang sering dicari berbagai kalangan masyarakat. Mereka yang memilih barang-barang ini mempunyai berbagai alasan yang beragam, ada yang menganggap barang import tersebut memiliki kualitas yang lebih bagus, ada juga yang ingin memilikinya karena harga barang-barang tersebut lebih terjangkau. Lalu, apa hebatnya pakaian bekas itu? Mengapa barang tersebut merambah kemasyarakat tanpa memandang usia? Dan apakah ada bahayanya pakaian bekas tersebut?

Kita semua tahu bahwa produk dalam negri kita sulit bersaing dengan produk luar negri, apalagi ditambah dengan kebijakan pemerintah melakukan perdagangan bebas dengan cina saat ini dan ASEAN ditahun 2015, tentunya produk kita akan semakin kalah saja dari sisi kualitasnya, kreatifitasnya, inovasinya, sampai dengan harganya. Tidak hanya barang baru saja yang diimport tetapi barang bekaspun diimport termasuk pakaian. Menurut data Kementrian Perindustrian Republik Indonesia pada kuartal 1 tahun 2013 ada sekitar 112 kontainer yang berisi pakaian bekas dan semuanya, barang tersebut tidak memiliki surat-surat yang lengkap alias ilegal, yang masuk dari seluruh pelabuhan indonesia, kebanyakan masuk melalui pelabuhan di Pekanbaru Riau , yang kita ketahui Kemenperin melarang masuk pakaian bekas import ini sejak tahun 2003 silam.

Di Jakarta saja banyak terdapat tempat-tempat yang menjual pakaian bekas import ilegal ini diantaranya di Pasar Senen, Jakarta Pusat, di Kebayoran Lama Jakarta Selatan, di belakang Ragunan Jakarta Selatan, malahan ada yang menjualnya dipinggiran jalan dengan membuka lapak kaki lima. Mungkin yang paling sering terdengar dari temapt yang disebutkan hanya Pasar Senen di Jakarta Pusat yang menjual pakaian bekas, Pasar Senen atau yang sering dibilang poncol ini didirikan sekitar tahun 1733 oleh Yustinus Vicnk sebagai pusat perdagangan batavia waktu itu, pada jaman itu Pasar Senen menjual hasil bumi dan perlengkapan pakaian didalamya hingga saat ini.

Walaupun para pedagang mencari rezeki dengan jalan halal, memperjual belikan baju bekas ini pun tidak semudah yang dibayangkan. Apalagi barang-barang bekas ini didatangkan secara ilegal dan telah dilarang oleh pemerintah Indonesia dalam peredarannya. Hal ini diungkap Farida, salah satu penjual baju bekas di Pasar Senen ‘’Dari dulu memang barang-barang bekas ini tidak boleh masuk ke Indonesia. Tapi ya mau bagaimana lagi, orang-orang juga mau cari makan untuk keluarganya, kalau barang bekas ini dilarang, kami mau makan pake apa,” ungkap wanita berumur 40 tahun ini.

Kejelian dan kecermatan dalam memperhitungkan untung rugipun harus diperhitungkan. Jika tidak, para pedagang bisa mengalami kerugian yang cukup besar. Hal ini dikarenakan modal yang dikeluarkan untuk membeli barang bekas ini tidak sedikit. Satu bal baju bekas yang berisi 300 helai baju saja harganya bisa mencapai 3juta/bal itupun tidak semuanya dalam kondisi bagus. Kadang penjual menumukan baju dalam kodisi rusak dan tidak layak pakai. Khusus untuk pakaian dalam, modal awal yang ditawarkan sangat tinggi. Satu bal bra atau celana dalam saja modalnya bisa mencapai 8juta/bal, sedangkan untuk celana pendek modalnya bisa mencapai 10-12juta/bal. Nurlela (38th) yang juga merupakan salah satu pedagang pakaian bekas, khusus pakaian dalam mengungkapkan mahalnya modal pakaian dalam bekas itu disebabkan karena barang-barang tersebut semakin sulit di dapat. ‘’Barang-barang bekas ini kan memang sulit masuk ke indonesia, sedangkan baju-baju saja sudah susah masuknya, apalagi pakaian dalam. Makanya pakaian-pakaian dalam ini harganya mahal, di samping kualitasnya yang bagus,” ungkap wanita yang sudah berjualan 5 tahun ini di Pasar Senen.

Jenis baju yang dijual di toko-toko baju bekas biasanya berjumlah terbatas atau malah hanya tersedia sebanyak satu buah saja sehingga terkesan lebih personal. Efek personalitas ini yang tidak bisa didapat jika kita membeli baju di mall atau supermarket karena baju-baju yang dijual di sana rata-rata dibuat secara massal. Pengguna pakaian bekas ini mengaku tidak ada masalah dalam memakainya. Hal ini diungkapkan oleh, Firmansyah dan Susanto. Mereka mengakui bahwa telah lama menggunakan pakaian bekas karena kualitas dan harganya yang sangat miring dan cocok untuk kantong anak muda. Mereka menyebut pakaian bekas itu dengan istilah “baju vintage”. ‘’Baju vintage itu kan baju luar, didatangkan dari luar dan kualitasnya pun bagus dari pada buatan dalam negeri. Apalagi kalo kita udah tahu merk-merk terkenal yang terkadang juga terdapat dalam baju vintage tersebut. Kalo kita beli baru harganya bisa mencapai 300rb, disana bisa kita dapat dengan harga 40rb,” ungkap mahasiswa Trisakti ini.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Nia, pelajar SMA, wanita yang baru pertama kali membeli pakaian bekas ini mengaku bahwa ia mulai tertarik untuk membeli baju bekas karena harga dan kualitas baju tersebut cukup bagus. ‘’Harga baju-bajunya murah, kualitasnya juga boleh, high kuality lah, enak dipake juga. Untuk kedepan nggak ada salahnya saya mulai menggunakan baju bekas itu, ya, kalo ada yang mau ngajakin saya kesana dan ada yang cocok, kenapa tidak,’’ ujarnya.

Yang namanya pakaian bekas tetap pakaian bekas. Baju yang telah dipakai oleh orang-orang sebelumnya yang tidak jelas bagaimana kondisinya, apakah mereka bersih, atau terbebas dari segala macam penyakit. Apalagi barang-barang tersebut didatangkan dari luar negri dan tertumpuk-tumpuk jadi satu ketika didalam kontainer. Jika tidak hati-hati bisa saja para pengguna baju bekas akan terkena berbagai macam penyakit kulit. Untuk itu, perlu adanya ketelitian dari para konsumen baju bekas untuk meminimalisir akan resiko tersebut. Hal ini juga diungkapkan oleh Firmansyah dan Susanto. ‘’kalo mikirin bahaya kesehatan, itu memang sudah resiko bagi pengguna pakaian bekas, tapi kita kan bisa mensiasatinya. Setelah kita membeli pakaian bekas, kita rendam saja pakaian-pakaian tersebut ke dalam air panas beberapa menit, setelah itu pakaian-pakian tersebut kita bawa ke loundry untuk dicuci”, tandas mahasiswa smester 4 ini.

Sejauh ini, kebanyakan anak-anak muda yang menggunakan pakaian bekas kadang bersikap malu-malu jika ketahuan membeli pakaian bekas tersebut. Sikap malu-malu dari konsumen baju bekas di Indonesia ini juga didorong oleh respon sebagian besar masyarakat yang menganggap baju-baju bekas adalah sesuatu yang menjijikkan karena tidak jelas asal-usul sejarahnya, juga berkesan kumuh karena dibeli di tempat-tempat yang sempit penuh sesak dengan karung-karung isi baju bekas bertumpuk-tumpuk.

Namun, lain halnya dengan Rizal , anak muda asal kemayoran ini mengaku kepada teman-temannya jika ia merupakan salah satu konsumen pemakai baju bekas. ‘’Saya ngaku saja kalo saya pemakai pakaian bekas, kadang malahan saya bangga, ngapain mesti malu, seharusnya bangga bisa make barang luar. Saya bangga karena saya bisa membeli suatu barang tertentu dengan harga murah sedangkan orang lain membeli dengan harga mahal padahal kualitasnya sama,” ungkap pria 26 tahun ini.

Lain orang, lain juga prinsipnya. Walaupun banyak anak-anak muda yang senang memakai baju bekas, ada juga sebagian anak muda yang enggan bahkan tidak mau menggunakan baju bekas. Hal ini diungkapkan oleh Dian Rahmawati dan Dira oktaviana. Mereka mengaku tidak mau menggunakan baju bekas karena tidak jelas asal-usulnya dan mereka lebih memilih membeli baju baru. “Selain itu bekas orang, kita kan juga nggak tau orang yang sebelumnya punya baju itu apakah ada mengidap penyakit kulit atau sebagainya, walau udah dicuci atau udah dilaundry segala macem lah, kuman-kuman itu belum tentu bersih dipakaiannya dan tetap aja nggak higienis. Biarin deh beli baju baru, ada juga kok baju baru yang harganya 20ribu-30ribu, dari pada second,” ungkap Mahasiswi Komunikasi UPN”Veteran”Jakarta ini.

Karena harga yang jauh lebih murah dan bermerk juga banyak dari para konsumen tidak memikirkan efek lain yang ditimbulkan oleh pakaina bekas dari berbagai macam penyakit misalnya penyakit kulit bahkan penyakut menular.

Namun, waspada sebab mengenakan pakaian bekas memiliki risiko tersendiri. “Pakaian tersebut mungkin dipenuhi tungau dan kutu dan dapat mengandung beberapa jenis bahan kimia bahkan bakteri, dan cara terbaik untuk menghindari risiko lebih lanjut yakni dengan sebisa mungkin tidak membeli pakaian bekas. Ungkap dokter Silviani Rayahu, SpKK yang bertugas di rumah sakit Jakarta Medical Centre. Bagi Anda yang telah membeli pakaian bekas, ia menyarankan untuk mencucinya sebersih mungkin. Untuk pakaian, sepatu ,dan celana dalam bekas, ada baiknya dijemur di bawah sinar matahari selama beberapa hari sebelum dipakai. Dalam situasi apa pun, menurut Silviani, sebaiknya kita jangan membeli pakaian bekas. “Tanpa kebersihan yang layak, pakaian bekas bisa saja menyebarkan gonore kronis yang sulit untuk didiagnosa,” gonore merupakan penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual. Bilamana tidak diobati,infeksi akut ini bisa menjadi kronis dan menjalar keorgan tubuh lain, ungkapnya.

Pakaian baru saja bisa menyebabkan penyakit karena penggunaan bahan pengawet yang tidak sesuai standar, apalagi pakaian bekas sudah pasti mengandung banyak penyakit. Jadi piki-pikirlah terlebih dahulu sebelum membeli pakaian bekas.